KELINCI


Ø  KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
SIFAT UMUM
·         Asal : eropa → Amerika, Australia, New Zealand
·         Lingkungan Hidup : bervariasi
                  Tropis (padang pasir)
                  Sub tropis
                  Iklim Sedang (berkembang paling baik)
·         Kelinci percobaan :
                  New Zealand White
                  California
                  Dutch Belted
                  Lops (telinga besar dan panjang)
·         Ada 3 strain :
                  Besar               > 5 kg
                  Medium           2-5 kg
                  Kecil                < 2 kg
·         Herbivora → sistem pencernaan alami adaptif : Susunan gigi − produksi empedu − intestinum dengan membentuk caecum panjang (sacculus rotundus berisi jaringan   limpatik)
·         COPROPHAGY = CAECOPHAGY = PSEUDORUMINASI
Memakan (re-ingesti) tinjanya sendiri yaitu tinja lunak yang dikeluarkan pagi hari. Ada 2 macam feses kelinci :
                  Siang   : butir tinja keras dan kering
                  Pagi     : tinja lembek dan berlendir
Dimakan langsung dari dubur, 30 – 80 %  ∑ tinja sehari-hari
·         Manfaat coprophagy
Memanfaatkan feses yang banyak  mengandung  nilai nutrisi, vitamin (niasin, vitamin K, riboflanin, asam pantotenat, sianokobalamin – B12), protein, serat tumbuhan dari makanan. Oleh karena itu kelinci jarang diemukan mengalami defisiensi nutrisi
·         Komposisi tinja kelnci :

Lunak
(pagi)
Keras
(siang)
Masa Kering
55,3 %
82,5%
Abu
7,7%
6,2%
Lemak
1,3%
1,4%
Protein kasar
39,7%
20,3%
Serat Kasar
26,4%
47,4%
Ekstr. N bebas
24,9%
24,7%

·         Sifat coprophagy : muncul pada umur 3-4 minggu lahir
·         Akibat coprophagy  :
Tidak bisa digunakan sebagai hewan percobaan SPF (Specific Pathoogeen Free) karena tidak germ free.
·         Berat Badan Kelinci   : ♀ > ♂
Kelinci umur 3 tahun berat ± 45509® lemak 455 g
·         Masa   hidup : ± 15 tahun
·         Sebagai hewan  laboratorium sebaiknya digunakan < 4 tahun
alasannya : > 4 tahun terjadi penurunann fertilitas dan produktifitas
♂  : pada umur > 4 tahun (6-7  tahun) ∑ sperma berkurang ± 10 milion/ml.♀  : pada umur > 4 tahun sering menngalami tumor uterus (adenokarsinoma)
·         Masa pregnan/pseudo-pregnan
-          ada aktivitas membuat sarang
-          perlu disediakan bahan-bahan sarang karena apabila kualitas sarang jelek dan waktu menyediakan sarang telat akan timbul kanibal (memakan anaknya sendiri)
-          perlu kandang individual
·         Masa menyusui : agresif
·         Aktivitas:  Diurnal
·         Kurang protektif, penakut, mudah terkejut
·         Data Biologis Kelinci
           
            Lama hidup                                         : 5 – 10 tahun, bisa sampai 12 tahun
Lama produksi ekonomis                    : 1 – 3 tahun
Lama bunting                                      : 30 – 35 hari, rata – rata 31 – 32 hari
Kawin sesudah beranak                : segera setelah beranak atau setelah 4 – 6 minggu, biasanya setelah anak disapih
Umur disapih                                      : 6 – 8 minggu
Umur dewasa                                      : 4 – 10 bulan
Umur dikawinkan                               : segera setelah timbul periode estrus
Siklus kelamin                                     : poliestrus
Siklus estrus                                        : kira – kira 15 – 20 hari
Perkawinan                                         : pada waktu estrus
Ovulasi                                               : akibat perkawinan yang terjadi 9 – 13 jam sesudah kawin. Kalau perkawinan steril, bunting palsu terjadi selama 14 – 16 hari
Fertilisasi                                             : 1 – 2 jam sesudah kawin
Berat dewasa                                      : 1,5 – 7,0 kg jantan; 1,4 – 6,5 kg betina
Berat lahir                                           : 30 – 70 gr
Jumlah anak                                        : rata – rata 4, bisa 10
Puting susu                                          : 10 puting, 3 psg di dada, 2 psg di perut
Perkawinan kelompok                         : 10 – 15 betina dengan 1 jantan
Kromosom                                          : 2n = 44
Aktivitas                                             : krepuskuler (senja dan subuh)
                                                                   2    0    0     3
Gigi                                                     : 2 ( I – C – P – M  ) gigi seri tumbuh terus
                                                                               1    0    2     3

·         Fungsi kelinci sebagai Hewan Laboratorium :
1.      Studi Reproduksi : ovulasi tidak spontan, tidak ada anestrus, sperma mudah dikeluarkan
2.      Studi Embriologi :  Fertilisasi, Segmentasi, Implantasi, Invitro
3.      Studi Bedah Jantung : Aterosklerosis, Hipertensi
4.      Penyakit  infeksius : virologi,  bakteri, mikologi
5.      Mudah mengambil darah → produksi antibodi/serum
6.      Relatif  jinak 
7.      Mudah dipelihara
·         Penyakit pada kelinci :
1.      Koksidiosis
Penyebab : 1. Bentuk hati : Eimeria stiedae
                                           2. Bentuk usus : E. magna, E. media, E. irresidua
Gejala : hewan yang sudah sembuh menjadi karier, kelinci muda lebih sering dari dewasa, diare, nafsu makan turun, buku kasar, kurus, perut buncit
Diagnosis : pemeriksaan feses → identifikasi osista dan pemeriksaan pasca mati (E. stidae), terdapat bintik – bintik putih atau terdapat sista di hati mula-mula lesi mempunyai bentuk/batas yang jelas → pada keadaan kronis lesi bergabung satu sama lain
Pengendalian : hewan sakit dipisahkan, sulfakuinnoksalin 0.05% dalam air minum, 30 hari dan bentuk usus = sulfakuinoksalin 0.03% dalam makanan. Nitrofurasan : dosis pencegahan 0.5 – 1 g/kg (bentuk usus) Eimeria spp tidak bersifat zoonosis
2.      Pasteurollosis (Haemorrhagic Septicaemia)
Penyebab : Pasteurella multocida
Penularan : sangat menular, menyebar secara langsung atau tidak langsung, bisa menimbulkan kekebalan ringan setelah infeksi → hewan menjadi karier penyakit yaitu hewan tampak sehat, tapi sebagai sumber infeksi dalam koloni kelinci dan bersifat kronik
Gejala : keluar eksudat encer atau nanah dari hidung dan mata, bulu kaki (terutama sekeliling kuku) kusut dan terdapat eksudat kering. Bersin dan batuk serta menimbulkan kematian → bila sembuh menjadi karier, dalam bentuk akut → mati mendadak
Diagnosis : Isolasi dan identifikasi organisme (P. multocida) dari paru
Pemeriksaan pasca mati : radang akut sampai kronik pada selaput lendir sistem pernafasan dan paru–paru. Rinitis, sinusitis, otitis, meningitis, bronkopneumoni, abses pada organ – organ tubuh. Akut → septicemia → kematian : kongesti pembuluh darah sistem pernafasan, radang trakea, limfe membesar, perdarahan dibawah kulit
Pengendalian : jarang berhasil → hewan dibinasakan atau semua kandang dan peralatan di sterilkan
Pasteurellosis bersifat zoonosis
3.      Tyzzer
Penyebab : Bacillus piliformis
Diagnosis : ditemukan B. piliformis di daerah nekrosis hati, jantung, coecum
Gejala : diare profu, dehidrasi cepat, mortalitas tinggi dan cepat (90%), kematian 12 – 48 jam setelah terlihat diare
Pemeriksaan pasca mati : nekrosis mukosa ileum (distal), coecum colon (proximal), hemoragi coecum, nekrosis hati dan jantung
Penularan : kelinci sakit dapat bersifat Carrier/subklinis, organisme masuk dari feses dan infeksi terjadi bila kelinci lain menelan spora
Pengendalian : menejemen baik, kurangi stres saat menyusui, kontrol temperatur, kurangi over crowding dalam kandang, sanitasi yang baik
4.      Mucoid Enteropathy (ME) = Rabbit Diarrhea Complex
Penyebab : Tidak jelas, multifaktor dan komplek
Gejala : biasa terjadi pada kelinci muda umur 7 – 10 minggu, terlihat gejala – gajala  enteritic (diare profuse dan cair, konstipasi, bloat atau timbunan gas dan cairan dalam usus), mucoid enteritis, mucoid diare, hypoamylasemia
Pemeriksaan pasca mati : coecum isi kering dan gas, lambung dan usus berisi gas dan cairan, colon (usus besar) → lendir
Pengobatan : tidak ada yang efektif, antibiotika (hanya untuk atasi infeksi sekunder)
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Comments are closed.